Hari ini, kamis 28 April 2016 SMP
Islam Athirah I Makassar menggelar pentas drama. Program ini merupakan program
rutin tahunan sekolah yang diselenggarakan
di auditorium Sekolah Islam Athirah. Seluruh siswa kelas VIII ‘diharuskan’
tampil di depan orang tua/ wali siswa yang diundang hadir untuk menyaksikan
pagelaran ini. Pementasan drama ini memerlukan persiapan yang cukup lama, mulai
dari persiapan naskah drama, pengaturan pemain, latihan, persiapan kostum
sampai persiapan panggung. Semua persiapan ini dilakukan oleh siswa yang dibantu oleh guru dan wali kelas.
Banyak keuntungan yang dapat
diperoleh melalui program ini. Keuntungan tersebut diantaranya siswa dilatih
bertanggung jawab, bekerja sama, mandiri
dan percaya diri. Program ini juga membawa misi pendidikan moral. Banyak pesan yang disampaikan melalui
pementasan drama ini. Program ini juga merupakan ajang silaturahmi antar orang
tua siswa dan pihak sekolah.
Karena blog ini merupakan blog
IPA, tentu saja harus dibahas keterkaitannya pementasan drama ini dengan IPA.
Dimana letak IPA-nya ya…? Pengaturan pencahayaan dan pengaturan sound panggung dalam
pementasan drama merupakan aplikasi IPA, bukan?. Mengenai sound panggung,
selain narasi oleh narator dan music
background, semua percakapan dalam drama ini “mengandalkan’ suara langsung
dari pemainnya (tanpa pengeras suara). Anak-anak dilatih untuk mengeluarkan
suara dengan bantuan diafragma, sehingga menghasilkan power yang lebih besar.
Ingat kan tentang prinsip bernafas? Ada dua macam yaitu pernafasan dada dan
pernafasan perut. Pernafasan dada terjadi karena proses kontraksi dan relaksasi
otot pemimpin tulang rusuk. Sedangkan pernafasan perut dipengaruhi oleh
kontraksi dan relaksasi otot diafragma. Otot diafragma itu sendiri adalah otot
yang teletak diantara rongga data dan rongga perut.






0 komentar:
Posting Komentar